Punya pertanyaan?, Hubungi kami. +62 342 441 024 webmaster[at]smpn1sutojayan.sch.id

Bagi Kami Kurikulum Adalah Tulang Punggung Pendidikan

KURIKULUM SMPN 1 SUTOJAYAN

KURIKULUM 2013 DAN KTSP DI SMPN 1 SUTOJAYAN.

Untuk saat ini SMPN 1 Sutojayan menjalankan 2 kurikulum berbeda yang mana untuk kelas 7 menggunakan Kurikulum K13 dan untuk kelas 8 dan 9 menggunakan kurikulum KTSP. Dalam masa transisi pengimplementasian kurikulum baru SMPN 1 Sutojayan berusaha sebaik mungkin secara optimal untuk mengakomodasi kedua kurikulum tersebut.

  • Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA
  • Masalah lingkungan hidup
  • Kemajuan teknologi informasi
  • Konvergensi ilmu dan teknologi
  • Ekonomi berbasis pengetahuan
  • Kebangkitan industri kreatif dan budaya
  • Pergeseran kekuatan ekonomi dunia
  • Pengaruh dan imbas teknosains
  • Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan
  • Materi TIMSS dan PISA

  • Kemampuan berkomunikasi
  • Kemampuan berpikir jernih dan kritis
  • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan
  • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab
  • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandanganyang berbeda
  • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal
  • Memiliki minat luas dalam kehidupan
  • Memiliki kesiapan untuk bekerja
  • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya
  • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan
  • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif
  • Beban siswa terlalu berat
  • Kurang bermuatan karakter
  • Neurologi
  • Psikologi
  • Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning
  • Perkelahian pelajar
  • Narkoba
  • Korupsi
  • Plagiarisme
  • Kecurangan dalam Ujian (Contek,Kerpek..)
  • Gejolak masyarakat (social unrest)
  • Planning oriented, mewakili pandangan teoritis
  • Dipergunakan di Indonesia periode sebelum Tahun 2000
  • Kurikulum sebagai wahana menyampaikan pengetahuan (knowledge transmission) dari guru ke siswa
  • Perencanaan pembelajaran sangat dominan dan ketat berdasarkan urutan logis dari materi pembelajaran
  • Guru melaksanakan pembelajaran dengan meneruskan apa yang diketahuinya kepada siswa sesuai dengan silabus yang telah ditentukan
  • Penilaian berdasarkan atas penyerapan materi pengetahuan oleh siswa terhadap rencana materi pengetahuan yang tertuang dalam silabus
  • Result oriented, mewakili pandangan produktif
  • Dipergunakan di Indonesia dalam periode Dekade 2000an
  • Dipicu oleh kebutuhan pasar atas kompetensi yang harus dikuasai oleh lulusan (produk) program pendidikan
  • Berkembang dari Inggris (sejak 1980an)
  • Kebebasan dalam penyampaian pembelajaran, yang penting hasil akhirnya harus sesuai standar, yaitu memiliki kompetensi sebagaimana dirumuskan.
  • Sangat tergantung pada penilaian terstandar (harus ketat) sejalan dengan konsep produk dimana pengecekan adalah pada hasil akhir yang harus sesuai standar
  • Diadopsi di Indonesia dalam bentuk KBK dan KTSP, dengan modifikasi bahwa produk akhir diterjemahkan dari materi yang harus dikuasi, sehingga standar lulusan diturunkan dari standar isi
  • Action Oriented, mewakili pandangan praktis
  • Tidak pernah digunakan di Indonesia
  • Dipicu oleh kebutuhan individual siswa yang tidak dapat diseragamkan
  • Berkembang dari Finlandia (sejak 1990an)
  • Penekanan pada berfikir kritis yang diwujudkan dalam tindakan nyata dengan membangun kolaborasi antar pelaku pendidikan (guru, siswa, pengelola)
  • Mengevalusi proses secara terus menerus melalui pemantauan proses dan capaiannya secara ketat
  • Penilaian berdasarkan kemajuan siswa dalam pembelajaran (relatif terhadap dirinya pada periode sebelumnya)
  • Hasil akhir dapat berbeda bagi tiap siswa sesuai dengan bakat dan minatnya
  • Pengertian baru dalam Kurikulum
  • Perluasan dari konsep kurikulum sebagai proses dengan penambahan perlunya komitmen bersama menyepakati (antar pelaku pendidikan) kegiatan-kegiatan yang diperlukan (sebagai bagian dari proses pembelajaran) untuk mencapai target tertentu yang telah ditetapkan.
  • Pendekatan sistem: materi  proses  produk (konsep: teoretispraktisproduktif)
  • Penguasaan materi pembelajaran diperoleh melalui siklus aksi dan refleksi berkelanjutan (continuous action-reflection)
  • Pentingnya peran guru dalam menghasilkan komitmen dari siswa untuk mencapai target tertentu yang telah ditetapkan
  • Perlunya tambahan pendekatan transdisipliner melalui tema pembelajaran yang kontekstual dengan sekitarnya untuk memastikan praksisnya relevan
  • Dokumentasi Pelantikan Pengurus OSIS Drs. BAHRUDIN,M.M

    Kepala Sekolah Bapak BAHRUDIN,M.M Memberikan kata-kata sambutan pada pelantikan OSIS.

    Lihat Full Screen